Advertise Here

11 Juni 2019

Suara Nias

23 Kabupaten/Kota di Sumut Gelar Pilkada Serentak Tahun 2020

SuaraNias.Com, Medan - Baru saja pesta demokrasi Pemilihan Umum berlalu, tak lama lagi pemilu serupa akan berlangsung. Bernama pemilihan kepala daerah atau Pilkada. Yakni pemilihan bupati dan wali kota. Akan berlangsung tahun depan, 2020. Secara serentak. Namun waktu pastinya belum ditetapkan.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, terdapat 23 kabupaten/kota di Sumut yang selenggarakan Pilkada secara serentak tahun depan. Pilkada dimaksud adalah tahap IV sejak pertama kali pilkada serentak dilaksanakan pada 2015.

"Semua kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada pada 2015, itulah yang menyelenggarakan tahun depan," ujar komisioner divisi teknis KPU Sumut, Benget Silitonga, kepada media, selasa (11/6/2019).

Di antara kepala daerah di 23 kabupaten/kota tersebut terdapat beberapa yang baru menjabat satu periode. Kemungkinan mereka akan kembali maju sebagai calon. Misalnya, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.

Sejauh ini belum dapat diperkirakan kapan tahapan Pilkada serentak 2020 dimulai. Kemungkinan bulan September.

Selengkapnya daftar 23 kabupaten/kota yang mengelar Pilkada Serentak tahap IV di Sumatera Utara tahun 2020:

1. Kota Binjai

2. Kota Medan

3. Kabupaten Serdang Bedagai

4. Kota Pematang Siantar

5. Kabupaten Simalungun

6. Kabupaten Asahan

7. Kota Tanjung Balai

8. Kabupaten Karo

9. Kabupaten Pakpak Bharat

10. Kabupaten Labuhanbatu Utara

11. Kabupaten Labuhanbatu

12. Kabupaten Labuhanbatu Selatan

13. Kabupaten Toba Samosir

14. Kabupaten Samosir

15. Kabupaten Humbang Hasundutan

16. Kota Sibolga

17. Kabupaten Mandailing Natal

18. Kabupaten Tapanuli Selatan

19. Kota Gunung Sitoli

20. Kabupaten Nias

21. Kabupaten Nias Selatan

22. Kabupaten Nias Barat

23. Kabupaten Nias Utara

04 Juni 2019

Suara Nias

Frank: Nias Selatan Butuh Pimpinan Yang Visioner

Frank sebelah kiri yang sedang angkat tangan
SuaraNias.Com, Jakarta - Gaduhnya pelaksanaan pemilu di Nias Selatan belum lama ini membuat beberapa tokoh dispora Nias Selatan  khususnya yang ada Jabodetabek, salah satunya tokoh muda nias selatan bernama Fransiskus Faozisökhi Laia atau yang akrab disapa Frank menurutnya bahwa seharusnya penyelenggara belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya jangan malahan Nias Selatan yang dulunya berada dalam zona merah justru sekarang ini justru lebih parah dan layak disebut zona hitam.

Bagaimana mungkin terjadinya keterlambatan logistik yang cuma jaraknya hanya 10 km dari kantor KPU Nias Selatan, untuk itu saya berharap walaupun pemilu telah usai bahkan sudah di umumkan pemenang legislative baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun di pusat, kita berharap agar hal ini tetap di proses oleh pihak-pihak yang berkewenangan, saya beri dukungan kepada Bawaslu Nias Selatan untuk terus tindaklanjutin hal ini agar ke depannya menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Melihat kondisi ini, maka diharapkan Nias Selatan ke depannya agar tidak lagi asal-asalan dalam memilih pemimpin, harus bijak supaya nias selatan bisa melangkah lebih maju, sebenarnya kita bisa lakukan banyak hal untuk membawa kesejahtreraan bagi masyarakat Nias Selatan asalkan pempimpinnya mau memikirkan nasib masyarakat yang dipimpinnya dan pemimpin itu sudah selesai dengan dirinya sendiri artinya secara financial dia sudah lebih dari cukup sehingga ketika nanti di percayakan oleh masyarakat tidak lagi disibukkan dengan hal-hal remeh temeh terlebih sampai kepikiran untuk membangun pundi-pundi kekayaan pribadi, tambah frank.

Saya secara pribadi dengan tegas apabila dibutuhkan siap untuk mencalonkan diri, melihat kondisi Nias Selatan akhir-akhir ini memang dibutuhkan pemimpin yang visioner dan mampu membawa kondisi Nias Selatan keluar dari keterpurukkan selama ini, ketika nanti dipercayakan oleh masyarakat Nias Selatan saya akan gunakan jaringan selama ini yang sudah saya bangun, kita akan bangkitkan perekonomian masyarakat Nias Selatan melalui sumber daya alam kita yang selama ini diabaikan salah satunya Nias Selatan dikenal sebagai daerah tujuan wisata, namun wisatawan mancanegara kita bisa hitung setiap tahun berapa kunjungannya kesana.  Makanya kita harus siapkan segala infrastruktur termasuk akomodasi dan ini apabila dikeloa dengan baik percayalah dalam tiga tahun yang akan datang Nias Selatan bisa bersaing dengan daerah lain, tegas frank mengakhiri pembicaraan.

14 Maret 2019

Suara Nias

Sail Nias Tahun 2019 Diluncurkan Jadi Gerbang Wisata Bahari Dunia

SuaraNias.Com, Jakarta - Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Grand Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Kamis malam (14/3). Peluncuran Sail Nias Tahun 2019 yang mengusung tema “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia” ditandai dengan pemukulan gendang alat musik khas Nias ‘Fodrahi’.

Gendang ‘Fodrahi’ dipukul bersama-sama oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah dan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha selaku tuan rumah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly selaku Ketua Panitia Pusat Sail Nias Tahun 2019, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani selaku Wakil Ketua Panitia Pengarah, dan mewakili Menteri Pariwisata Republik Indonesia yakni Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Susilo.

Wagub Musa Rajekshah atau yang akrab disapa dengan Ijeck menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan dan dipilihnya Sumatera Utara, khususnya Nias, sebagai tuan rumah untuk ajang tahunan wisata bahari pada tahun 2019. Menurutnya, dengan dipilihnya Nias sebagai tuan rumah, akan membantu mempercepat pembagunan dan kebangkitan Nias.

“Saya yakin Nias akan segera bangkit. Khususnya dengan adanya kegiatan Sail Nias ini. Sesuai dengan tema untuk tahun ini, yakni Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia, mudah-mudahan bisa terwujud melalui event ini. Mari bersama-sama, kita sukseskan Sail Nias Tahun 2019,” ucap Ijeck dalam sambutannya.

Ijeck meyakini bahwa Sail Nias Tahun 2019 merupakan strategi pariwisata yang tepat, mendatangkan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang tentunya akan memberi kontribusi devisa dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nias dan Sumut secara khusus, serta Indonesia secara umum.

“Dengan melihat meriahnya launching hari ini, saya optimis kita bisa suskeskan Sail Nias Tahun 2019. Mudah-mudahan sinergi seperti ini akan terus berlanjut,” harapnya.

Sebelumnya, mengawali acara Ijeck menyematkan pakaian khas Nias kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menko PMK Puan Maharani, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Susilo, dan Duta Besar Iran Valiollah Muhammadi mewakili negara sahabat.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebagai Ketua Panitia Pusat Sail Nias 2019 menyampaikan bahwa Sail Nias 2019 akan berlangsung pada bulan Juli hingga September 2019 di lima kabupaten/kota Nias dengan 17 rangkaian kegiatan. Puncak acara direncanakan terlaksana pada bulan September di Teluk Dalam, Nias Selatan.

“Adapun beberapa rangkaian diantara 17 kegiatan yakni World Surf League Nias, Wonderful Expo, Parade Kapal Nelayan Tradisional, Seminar Warisan Budaya Nias, Kuliner, Festival Lompat Batu (Hombo Batu), Ekspedisi, Fetival Kepulauan, Atraksi Terjun Payung, dan lainnya,” jelas Laoly.

Sementara itu, Menko PMK Puan Maharani selaku Wakil Ketua Panitia Pengarah Sail Nias 2019 menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya ajang tahunan wisata bahari ini adalah untuk mengukuhkan kembali identitas Indonesia sebagai negara bahari, mengembangkan rute-rute pelayaran, serta sebagai strategi pariwisata.

“Untuk menyukseskan Sail Nias ini, tentunya diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Ini merupakan momentum strategis bagi Nias, saya harapkan impian kita untuk melakukan pengembangan Nias sebagai destinasi wisata dunia bukan hanya sebatas tahun 2019 ini, tetapi juga berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya,” pesan Puan.

Acara Launching Sail Nias Tahun 2019 berlangsung meriah. Sepanjang acara diwarnai dengan penampilan seni dan budaya khas Nias. Salah satunya yang paling menarik ialah atraksi hombo batu yang ditampilkan secara langsung di dalam Ballroom Hotel Sultan. Adapun beberapa tarian yang ditampilkan dalam acara tersebut yakni tarian selamat datang Fame Amo, Fataelusa, dan Tarian Maena.

Selain itu, dalam acara tersebut, dilakukan pula teleconference dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumut dan masyarakat Nias di Gunungsitoli serta Bawomataluwo terkait antuasisme dalam menyambut dan mendukung event Sail Nias Tahun 2019. Tampak Asisten Administrasi Umum dan Aset Sumut Zonny Waldi berbicara di layar dari Kantor Gubernur Sumut, Medan. “Kami selaku Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan tentunya masyarakat Sumatera Utara siap bersinergi sukseskan acara ini. Sail Nias Tahun 2019, suksek!” ujarnya memberikan dukungan lewat video telekomunikasi.

Acara berakhir dan ditutup dengan menarikan bersama Tarian Maena. Tampak Wagub Sumut Musa Rajekshah juga turut bergabung dan menikmati tarian. Kemudian, dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan hiburan.

Turut hadir di penghujung acara Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kemudian, mewakili beberapa kabinet kerja, para duta besar dan organisasi internasional. Turut mendampingi Wagub yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati, Bupati dan Walikota se-Kepulauan Nias, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, dan Forkopimda Sumut.

12 Maret 2019

Suara Nias

Sistem Hitungan Suara Kursi Pileg 2019 Beda, Biar Menang Caleg Harus Lakukan Ini

SuaraNias.Com, Jakarta - Perbedaan sistem penghitungan suara Pileg 2014 dengan Pileg 2019 diyakini ikut mempengaruhi proses perebutan kursi calon legislatif. Diketahui, Pileg 2014 metode penghitungan suara Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Namun, pada Pileg 2019 menggunakan metode Sainte Lague murni.

Sistem penghitungan kursi kan berbeda. Pembagian kursi nantinya dilakukan dengan pembagian bilangan ganjil 1, 3, 5, 7 dan seterusnya. Jika partai sudah dapatkan kursi pertama, untuk pembagian berikutnya partai tersebut akan dibagi 3

Contohnya, jika dalam hasil suara, partai A mendapat 24 ribu suara, sementara partai B dapatkan 15 ribu suara, dan partai C untuk 9 ribu suara, jumlah total suara tersebut akan dibagi 1 untuk penentuan kursi pertama. Hasilnya, partai A yang berhak dengan jumlah suara tertinggi yakni 24 ribu suara (24 ribu:1)

Penentuan kursi kedua, partai A yang sudah dapatkan 1 kursi pertama, selanjutnya suara totalnya akan dibagi 3. Sementara partai B dan C, yang belum dapatkan kursi, tetap akan dibagi 1 untuk total suaranya. Dengan perhitungan tersebut, maka partai B lah yang berhak dapatkan kursi 2 (15 ribu suara).

Sistem penentuan ini, membuat mau tak mau, caleg dan partai harus bekerja sama dalam peraihan suara terbanyak. Menang secara individual untuk suara caleg tetapi suara partai tak terdongkrak, akan mempengaruhi proses duduknya calon di legislatif. Dalam artian, caleg juga dituntut untuk menangkan partai.

Partai juga berjuang untuk dapatkan suara terbanyak. Selain untuk pribadi (suara caleg), juga untuk membuat partai dapatkan suara tertinggi. Ini kan saling dukung-mendukung, tidak semata-mata hanya suara caleg individual. Semua parpol memasang orang-orang yang punya suara banyak (elektabilitas tinggi). Istilahnya berjuang sama-sama

Sistem perhitungan suara penempatan kursi Sainte Lague murni ini juga disampaikan Ida Farida, membuat partai ikut memberikan kontribusi penting pada majunya caleg baik di DP RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/ Kota.

Sistem terlihat tak useless. Tidak serta merta menghilangkan parpol. Tetap saja partai yang dihitung kemudian lanjut ke caleg-calegnya.

Lebih lanjut, dalam proses Pileg dan Pilpres nantinya akan ada lima kotak suara yang akan digunakan dalam pemilihan. Lima kota suara, yakni kota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD serta terakhir adalah kotak suara Presiden dan Wakil Presiden.

Diagendakannya pileg dan pilpres secara serentak juga disebut akan mempengaruhi persentase golput dalam Pemilu 2019 tersebut. Pasalnya, berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pileg dan pilpres dilakukan di waktu berbeda, 2019 ini, pileg dan pilpres dilakukan bersamaan.





09 Maret 2019

Suara Nias

Sail Nias 2019 Ajang Promosi Pariwisata di Kepulauan Nias ke Dunia Internasional

SuaraNias.Com, Medan - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengharapkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias mendukung pelaksanaan kegiatan Sail Nias 2019. Sehingga kegiatan bertaraf internasional ini tidak hanya sukses dan lancar dalam pelaksanaannya, tetapi juga mampu memperkenalkan kepulauan Nias di mata dunia, Sabtu (9/3/2019).

Hal itu disampaikan Musa Rajekshah yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina pada rapat persiapan Sail Nias 2019, di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Lantai delapan, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

“Sail Nias ini membuktikan kalau Sumut memiliki daya tarik yang tak kalah indah dari daerah lain, seperti Bali. Maka kita berharap event bertaraf international ini mampu menarik wisatawan domestik juga asing untuk berkunjung menikmati suasana wisata kepulauan Nias,” ujar Musa Rajekshah.

Karena itu, kata Musa Rajekshah, yang pertama harus dilakukan adalah perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan hingga pembangunan fasilitas umum lainnya harus dipercepat, agar tidak ada kendala pada saat event berlangsung.

“Infrastruktur itu sangat penting untuk dilakukan percepatan, hingga saat dimulainya event tidak terjadi kendala yang dapat menganggu acara yang bertaraf international tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, agar kegiatan ini nantinya tidak hanya berhenti pada tahun ini, melainkan menjadi agenda tahunnya yang harus diselenggarakan setiap tahun di Kepulauan Nias.

“ Saya juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan di kepulauan Nias , dan harus lebih menarik setiap tahun, agar wisatawan dalam dan luar negeri tertarik untuk melihat dan berkunjung setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut  Hidayati menjelaskan, rencananya event Sail Nias akan dilaksanakan di Nias Selatan pada September 2019 dan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias.

Serta melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut dan kabupaten/kota di Sumut, untuk ikut memeriahkan event tersebut. Akan ada banyak acara di Sail Nias. Mulai dari kebudayaan, olah raga, kuliner, serta aksi lompat batu yang merupakan andalan Kepulauan Nias.

"Puncaknya ada aksi seremonial, gelar budaya, pameran, bakti sosial dan pelayanan kesehatan, atraksi kelautan dan peresmian beberapa pelaksanaan pembangunan," jelasnya.
Tujuan pelaksanaan Sail Nias tersebut, kata Hidayati adalah sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, khususnya di Kepulauan Nias.

Kemudian menggalang keterpaduan, sinergi program dan anggaran lintas Kementerian/Lembaga dan Daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

"Tujuan lainnya yaitu mempromosikan lokasi kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Kita ingin mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan, dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal ke perairan Indonesia," ungkapnya.

Turut hadir pada rapat tersebut sejumlah OPD Pemprov Sumut, serta para Bupati dan Walikota se-Kepulauan Nias.
   

05 Maret 2019

Suara Nias

Pramuka Saka Bhayangkara Polres Nisel Raih Penghargaan Kategori Seni Tari

SuaraNias.Com, Nias Selatan - Pramuka Saka Bhayangkara Resor Nisel berhasil mendapat rangking 1 kategori seni tari (fatele + lompat batu) dan Juara Harapan 5 Tenda Perkemahan. Pada pelaksanaan kegiatan Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Daerah Sumatera Utara (PERTIKARADASU) tahun 2019 yang dilaksanakan  Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Direktorat Binmas Polda Sumatera Utara Jumat, (01/03/2019) di bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit.

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kapolda Sumatera Utara selaku Ketua Mabi saka Bhayangkara Daerah Sumatera Utara.

Dalam kegiatan ini setiap Daerah Kabupaten/Kota masing-masing mengirimkan Kontingen melalui Polres setempat. Kegiatan PERTIKARADASU ini Memperlombakan Berbagai kegiatan yaitu : Festival Seni Budaya Kreasi Daerah,Tenda Perkemahan, Kreasi Senam Lantas dan Karnaval.

Kapolres Selatan AKBP I Gede Nakti Widhyiarta, S.I.K  sebagai Ketua Mabi Saka Bhayangkara Kabupaten Nias Selatan, mengirim Perwakilan / Kontingen Pramuka Saka Bhayangkara Polres Nias Selatan sebagai Ketua Kontingen Kasat Binmas Polres Nias Selatan Iptu Piktor Tua Silalahi, SH. yang juga merupakan Pimpinan Saka Bhayangkara Polres Nias Selatan.

Kontingan Saka Bhayangkara Polres Nias Selatan sukses mengikuti PERTIKARADASU 2019 Di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit dan  berhasil memenangkan 2 kategori perlombaan di PERTIKARADASU 2019 yaitu : Juara 1 Festival Seni Budaya Kreasi Daerah dan Juara Harapan 5 Tenda Perkemahan.

Kegiatan ini berakhir pada
hari Minggu, (03/03/2019) di bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit yang mewakili Bapak Kapolda Sumatera Utara Bapak Dir Binmas Kombes Pol Yusus Hondawantri Naibaho didampingi Kasubdit Binpolmas AKBP Fatwati.

Acara penutupan ini Kontingen Saka Bhayangkara Polres Nias Selatan diberikan kesempatan kehomatan untuk  menampilkan Kreasi Seni Budaya Daerah Sebagai Juara 1. 

04 Maret 2019

Suara Nias

Walikota Gunungsitoli: Gubsu Ambil Alih Penyerahan Aset Kabupaten Nias di Kota Gunungsitoli

SuaraNias.Com, Gunungsitoli - Walikota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua terus mendesak Pemerintah Kabupaten Nias untuk segera menyerahkan aset-aset Kabupaten Nias, yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Hal ini disampaikan Lakhomizaro Zebua setelah pihaknya berhasil melobi Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk mengambil alih penyerahan aset Kabupaten Nias yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Pasalnya, setelah upaya koordinasi yang dilakukan pihaknya sepertinya Pemerintah Kabupaten Nias setengah hati menyerahkan aset tersebut kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Mengetahui permasalahan ini, kata Lakhomizaro Zebua, Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Gubsu) mau memfasilitasi pembicaraan antara Pemkab Nias dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli soal penyerahan aset ini.

Gubsu, lanjut dia, mengatakan sudah saatnya Pemkab Nias wajib menyerahkan asetnya yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli sebagai milik Pemerintah Kota Gunungsitoli.

“Kata Gubernur, wajib hukumnya bagi Pemkab Nias untuk segera menyerahkan aset itu kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli,” tutur Lakhomizaro menirukan Gubsu.

Gubernur Edy Rahmayadi mencontohkan, sambung Lakhomizaro Zebua, Kabupaten Deli Serdang dengan Kabupaten Serdang Bedagai sudah tuntas penyerahan asetnya. Selanjuntya, Kabupaten Labuhan Batu dengan Labura dan Labusel juga telah tuntas penyelesaian aset.

“Nah itu sebenarnya yang perlu didesak, agar Pemerintah Kabupaten Nias mau menyerahkan aset itu kepada kita,” sahut Lakhomizaro Zebua kepada wartawan yang menanyakan Walikota soal aset Kabupaten Nias yang hingga kini belum diserahkan ke Pemkot Gunungsitoli, Senin lalu.

Sebenarnya, pihak Pemerintah Kabupaten Nias menyadari betul bahwa aset-asetnya yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli bukan lagi milik Kabupaten Nias semenjak lahirnya UU pembentukan Pemerintahan Kota Gunungsitoli. Namun karena tak tulus menyerahkannya ke Pemkot Gunungsitoli.

Lakhomizaro Zebua mengatakan, Gubsu sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk memfasilitasi pembicaraaan antara Pemkab Nias dan Pemkot Gunungsitoli menyangkut penyelesaian aset, baru-baru ini di Medan.

“Kami (Walikota Gunungsitoli dan Bupati Nias-red) sudah dipanggil Gubsu sebulan yang lalu untuk menandatangi surat perjanjian penyerahan asset ini. Mudah mudahan ada niat baik,” tegas Lakhomizaro.

Adapun aset Pemerintah Kabupaten Nias yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli antara lain, Pasar Ya’ahowu, PDAM Tirta Umbu, Pasar Beringin, dan puluhan gedung perkantoran pemerintah.

Dengan perjanjian penyerahan aset yang difasilitasi Gubernur Sumut, Walikota Gunungsitoli berharap, pihak Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli serius untuk segera menyerahkan aset tersebut ke Pemerintah Kota Gunungaitoli.
Suara Nias

Nurlim Loi: Nias Selatan Surganya Wisata Kepulauan Nias

Nurlim Loi (Kostum Kaos Merah)
SuaraNias.Com, Nias Selatan - Keindahan alam Nias Selatan mulai dari pantai, air terjun, perbukitan, dan laguna, sungguh sangat memesona. Sudah seharusnya potensi alam yang ada menjadi prioritas dalam pembangunan daerah melalui promosi wisata, yang tentunya didukung oleh perbaikan infrastruktur, konservasi alam, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaannya.

Nulim Loi yang juga Ketua DPD PSI Nias Selatan mengatakan Promosi wisata ditingkatkan yang dibarengin sama konservasi alam (ga ngeruk pasir pantai/bukit), perbaikan infrastruktur (jalan”, akomodasi, dan tempat wisata yg menarik untuk instagram kw), sama SDM nya buat ngelola (pemandu wisata, kebersihan, pelayanan, keramahtamahan).

Contohnya di Ibukota Nias Selatan, Teluk Dalam sudah banyak perhotelan dan penginapan lainnya yang tidak tertata rapi, apabila di kelola dengan baik akan menambah pendapatan asli daerah. Daerah tujuan wisata lainnya seperti desa adat, peninggalan batu megalit di desa Lahusa Idanotae, Gomo, Fanedanu di Somambawa harus ditata dengan baik supaya menarik wisatawan yang berkunjung ke Nias Selatan, tambah Caleg PSI dapil V ini.

Jadi, kalau saya ibaratkan, bicara pariwisata Kepulauan Nias itu sesungguhnya adanya di Nias Selatan yang punya puluhan potensi ayang apabila dikelola dengan baik, akan membangun perekonomian masyarakat sendiri. Jika Tuhan berkenan nantinya dan masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya untuk duduk sebagai anggota legilastive, maka hal ini akan menjadi agenda saya untuk diperjuangkan, tutup Nurlim Loi.



03 Maret 2019

Suara Nias

PSI Nias Selatan Turba Untuk Tampung Aspirasi Masyarakat

Kader PSI Kabupaten Nias Selatan
SuaraNias.Com, Nias Selatan - Beberapa hari yang lalu, DPD PSI Kabupaten Nias turun ke bawah tepatnya di desa orahua tasua dan beberapa desa lainnya yang ada di mazino kabupaten nias selatan, mereka  menyusuri pesisir pantai dan mendaki sejumlah perbukitan, untuk menghimpun banyak aspirasi masyarakat dan mendengarkan setiap harapan mereka.

Kader PSI ini juga didampingi oleh Penasihat PSI DPD Kabupaten Nias Selatan, Nasowolo'o Loi atau yang lebih di kenal Ama Nurlim. Agenda kali ini adalah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus untuk membangun solidaritas sesama caleg PSI walaupun berada dalam dapil yang berbeda.

Nasowolo'o Loi mengatakan, kader PSI Kabupaten Nias Selatan dipimpin oleh anak muda, generasi milenial, dimana generasi ini turut berpartisipasi dalam pergerakan nias selatan, beliau berharap caleg PSI nantinya jika Tuhan kehendaki lolos menjadi anggota dewan, tetap menjaga integritas dan komitmen menjadi aspirasi masyarakat.

Nurlim Loi (Ketua DPD PSI Kab. Nisel)
"Untuk turun ke lapangan, bagi kami adalah bentuk komitmen dalam memenuhi apa yang menjadi Visi Misi Partai Solidaritas Indonesia Sama - Sama Membangun Bangsa. Setidaknya kami terus membuktikan, memulai bergerak dengan tidak hanya berdiam diri dan melontarkan banyak kritikan, menantang diri kami untuk tidak terus berada dalam zona nyaman, bergerak bersama membangun masa depan, generasi muda yang berdaya saing dan membanggakan, serta masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan menuju kesejahteraan masyarakat Nias Selatan." kata Nurlim Loi yang juga Ketua PSI Kabupaten Nias Selatan yang juga Caleg PSI dari dapil V.

Menyapa dan disapa dalam senyuman, dengan canda dan tawa mewarnai setiap kebersamaan. Seringkali kebersamaan kami bersama mereka dipandang sebagai sebuah pencitraan, namun kami akan selalu menghargai setiap pribadi yang memiliki pemahamannya masing-masing atau ketika kita perlu berbeda pandangan, sambung Gunawan Maduwu yang juga Caleg PSI Dapil I.

PSI Dalam Bingkai












28 Februari 2019

Suara Nias

Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat Gagal Merekrut PPPK

SuaraNias.COM - Gonjang ganjing dalam perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanian Kontrak akhirnya terjawab setelah adanya pengumuman dari Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Harya Wibisana saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/02/2019)

Total seluruh daerah di Indonesia peserta ujian PPPK sebanyak 73.111 pegawai honorer K2 yang mengikuti ujian CPPPK pada 23 Februari dan 24 Februari 2019. Jumlah itu terdiri dari 56.273 guru, 2.994 dosen, 2.194 tenaga kesehatan, dan 11.695 penyuluh pertanian. Para peserta diwajibkan mengikuti tiga seleksi yakni administrasi, seleksi kompetensi, dan wawancara.

Kepala BKD Nias Barat Faolombowo Gulo mengatakan Nias Selatan, Nias, Nias Utara dan Nias Barat belum melakukan verifikasi data dengan berbagai hambatan antara lain, Anggaran tidak tertampung di APBD 2019 dan Regulasi dan petunjuk teknis pelaksanaan PPPK belakangan dikeluarkan.

Nias Selatan sendiri melalui Komisi A DPRD Kabupaten Nias Selatan telah memanggil pihak Pemerintah Nias Selatan dalam hal ini BKD Nias Selatan dan Dinas Pendidikan Nias Selatan pada hari Selasa (26/02/2019) untuk dengar pendapat mengenai perekrutan PPPK, namun pihak BKD tidak hadir hanya dari Dinas Pendidikan Nias Selatan yang hadir.

Sementara dari Nias Utara Kepala BKD Toloni Waruwu beralasan gagalnya perekrutan PPPK Nias Utara akibat keterlambatan peserta menyerahkan berkasnya, sehingga verifikasi data juga terlambat.
Perlu di ketahui bahwa batas akhir verivikasi data pada tanggal 20 Februari 2019.

Salah seorang GBD Nias Selatan yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan jangan hanya karena dekat Pemilu lalu Pemerintah Nias Selatan grasa-grusu memberikan pengumuman perekrutan PPPK yang sebenarnya tidak pernah di anggarkan pada APBD Tahun Anggaran 2019, jelas ini sangat merugikan kami secara khusus dan masyarakat nias selatan pada umumnya.