30 Mei 2020

Suara Nias

Kasus PJJ USBM, Mantan Bendahara Disdik Nisel Divonis 2 Tahun 10 Bulan



Nias Selatan, SuaraNias.Com - Pada agenda pembacaan putusan Hakim Tipikor yang digelar, Kamis (28/05/2020) di Kantor Pengadilan Negeri Medan, mantan Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, berinisial Piterson Zamili divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada kasus program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) USBM Medan di Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2012-2013.


Hal ini disampaikan Kajari Nias Selatan melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Solidaritas Telaumbanua, SH kepada sejumlah wartawan, saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (29/05/2020) jalan Diponegoro Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.


Dia menyampaikan bahwa, mantan Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Piterson Zamili dijatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 10 bulan, denda Rp. 50.000.000.- subsider 3 bulan dan Juga dibebankan uang pengganti kerugian Negara, sebesar Rp. 745.954.718.-.


Menyikapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pikir - pikir, dan begitu juga terdakwa melalui kuasa hukumnya masih pikir – pikir, untuk diterima/banding, ucapnya.


Dari penyidikan Kejaksaan Negeri Nias Selatan terkait kasus korupsi program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) USBM Medan di Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2012-2013, masih ada pihak lain yang harus bertanggungjawab.


"Dari penyidikan kami, masih ada pihak lain yang harus bertangjawab, dan sampai saat ini belum ada pengembalian kerugian Negara sebesar Rp. 5,8 milyar terkait kasus program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) di Kabupaten Nias Selatan," tegasnya.


Saat ditanya terkait MoU yang ditandatangani oleh mantan Bupati Nias Selatan, berinisial "ID", Kasi. Pidsus Kejari Nias Selatan, Solidaritas Telaumbanua, SH mengatakan bahwa MoU tersebut sudah disita penyidik menjadi barang bukti dan sudah diperlihatkan di Persidangan.


"Kalau MoU sudah disita penyidik menjadi barang bukti dan sudah diperlihatkan dipersidangan. pihak yang menandatangani MoU tersebut (ID), sudah dihadirkan dipersidangan untuk memberikan keterangan dan begitu juga dari pihak USBM sudah dihadirkan dipersidangan," ucapnya.


Dia menambahkan bahwa, dari fakta di Persidangan, masih ada pihak -pihak lain yang berperan yang harus bertanggungjawab dalam Kasus Progaram Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) dengan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, ujarnya.


"Saksi yang sedang menjalani pidana penjara dalam kasus program Pendidikan Jarak Jauh PJJ Universitas Setia Budi Mandiri USBM di Kabupaten Nias Selatan, menguatkan pembuktian kita untuk mengembangkan ke pihak - pihak lain," cetusnya.


Saat Ditanya apakah dalam waktu dekat ada penetapan tersangka baru, Solidaritas Telaumbanua mengatakan bahwa masih menunggu petunjuk Pimpinan, dimana saat ini masih suasana pendemi covid-19 ini, pungkasnya. (*)









sumber: Deliknews.com

Suara Nias

Sisara Afo Suara Nias

SuaraNias.Com merupakan media online yang berkedudukan di Kepulauan Nias, Media ini mengabarkan sejumlah informasi terhangat baik dari dalam Kepulauan Nias maupun diluar Kepulauan Nias. Ya'ahowu

Subscribe to this Blog via Email :