• Breaking News

    Pemasangan Bronjong Jembatan Eho Diduga Tidak Sesuai RAB, GMNI Nisel Audiens Di Kantor PPK 3.6 Tuntut Agar Dibongkar


    Nias Selatan
    , suaranias.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) audiensi dikantor PPK 3.6 yang bertempat Jln Dermaga Pasar Jepang, Pelabuhan baru kecamatan Telukdalam. Dalam rangka Persoalan  pembangunan jembatan idane Eho di Kecamatan Amandraya, Jalan Lintas Telukdalam-Lolowau yang diduga dikerjakan asal jadi, Senin 17/22.

    Sokhi Zamuala Hulu sebagai sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengatakan terimakasih kepada PPK 3.6 sudah di terima kami dengan baik di kantor PPK 3.6 untuk menanyakan terkait keterlambatan Pembangunan Pemasangan Bronjong Jembatan Idano Eho yang tidak sesuai dengan RAB.

    Witasa Walawa sebagai ketua DPC GMNI Nias Selatan menyampaikan langsung ke pada PPK 3.6 apa kendala pembangunan jembatan Idano Eho sehingga sampai sekarang masih belum siap, seharusnya per 31 Desember 2021 jembatan Idano Eho sudah di nikmati oleh masyarakat setempat.

    Ketua GMNI Nisel Witasa Halawa menuturkan kepada awak media menurutnya pembangunan Bronjong jembatan Eho tersebut tidak sesuai Rab dan seharusnya pemasangan Bronjong jembatan yang dilaksanakan pekerja  itu, harusnya mematuhi Rab yang ada, tegasnya Ketua GMNI.

    Ia mengatakan berdasarkan pantauan GMNI dilapangan serta menurut pengakuan mantan pekerja sebelumnya yang tidak bisa disebutkan namanya itu, ia mengatakan bahwa pemasangan Bronjong tersebut memang benar  adanya, Bronjong jembatan Eho tersebut tidak sesuai RAB.

    Ketua GMNI Nisel "Witasa Halawa" mengatakan proyek pembangunan Jembatan Eho dalam pemasangan Bronjong ia menuntut PPK 3.6 sebagai Tim pengawasan agar dilakukan pembongkaran dan di pasang ulang bronjongnya karena tidak sesuai RAB, maka  pihak dari PPK 36 harusnya  mengawasi dengan baik daripada pekerjaan itu.

    Hingga ia mengatakan agar elemen-elemen pihak terkait dapat berpartisipasi dalam hal melakukan pengontrolan/pengawasan demi tercapainya suatu pekerjaan tersebut, dengan demikian Proyek yang beranggaran milyaran itu tidak asal asalan di kerjakan pihak kontraktor, tegas ketua GMNI.


    Sambung, Ketua GMNI juga berharap agar proyek pembangunan Jembatan Eho tersebut diberdayakan masyarakat setempat, sehingga masyarakat ikut berpartisipasi dalam membangun pekerjaan itu, tentu masyarakat juga merasa empati bila nantinya ada kendala kedepan. 

    Selaku pihak PPK 3,6 tim pengawasan "Anju Manurung" sangat berterimakasih atas kedatangan Adik-adik Mahasiswa GMNI NISEL dan para pihak keamanan serta media yang telah mengawasi pelaksanaan pekerjaan kita, sehingga kritikan dan saran dari kawan-kawan suatu bagian untuk membenahi daripada pelaksanaan pekerjaan tersebut, ucapnya.

    Tentu dalam suatu pekerjaan tidak ada yang sempurna, persoalan dan permasalahan di lapangan mungkin itu adalah kelalaian kami sebagai Tim pengawasan PPK 36 namun dengan adanya kritikan dan saran dari kawan-kawan sebagai kontrol sosial, akan saya sampaikan kepada pimpinan agar pekerjaan tersebut dilakukan adanya pembenahan.

    Adapun yang hadir pada saat itu, GMNI Nias Selatan, Kasat intelkam Marbun, kapos pos Amndraya Eko Saragih serta Babinsa. (Ed)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728